Cerpen Persahabatan – Antara Kita Dan Cinta


Cerpen Persahabatan – Antara Kita Dan Cinta

Namaku Fara. Aku punya sahabat yang bernama Fia. Kita memang
belum lama bersahabat, tapi, kita sudah sangat dekat. Saat ini kita
kelas X SMA. Dan di sekolah kita semua siswa kelas X wajib
mengikuti ekskul pramuka. Dari ekskul pramuka inilah aku mengenal
kakak senior yang namanya Kak Vano. Orangnya galak, tapi
sebenarnya dia baik. Memang saat mengajar pramuka dia terlihat
galak, tapi itu dia lakukan supaya adik-adiknya belajar pramuka
dengan serius. Genap 1 tahun sudah ekskul pramuka ini berjalan. Itu
artinya aku sudah naik kelas XI. Dan di kelas XI ini diadakan
seleksi minat bagi yang ingin meneruskan ekskul pramuka, yaitu
menjadi senior bagi adik kelasnya nanti. Aku dan Fia mengikuti
seleksi ini. Dan setelah beberapa hari mengikuti proses seleksi, aku
dan Fia dinyatakan lolos. Dan kita tinggal menunggu diklatnya saja.
Satu minggu kemudian diklat diadakan. Dan diklat ini dilakukan
bukan tanpa proses, tetapi masih melalui beberapa penempuhan juga.
Penempuhan itu di antaranya seperti mencari bad, mencari seragam,
dan lainnya. Penempuhan ini dilakukan 1 hari penuh, dan malam
harinya peserta diklat baru diperbolehkan istirahat. Saat jam
istirahat semua peserta diklat tidur termasuk sahabatku Fia. Tapi
nggak tahu kenapa aku tidak bisa tidur. Dan aku malah ke luar dari
tenda dan menuju api unggun. Saat aku ada di dekat api unggun
Kak Vano datang.
Aku sedikit takut sih, takut dimarahin karena aku nggak tidur. Tapi
ternyata nggak seperti dugaanku, Kak Vano datang ke dekat api
unggun karena dia juga tidak bisa tidur. Dan dia malah ngajak aku
ngobrol. Dia tanya kenapa aku nggak bisa tidur, dia tanya apa
karena aku kecapean, dia tanya bagaimana kesannya ikut diklat ini,
dan lainnya. Dan dari itulah aku sadar kalau ternyata Kak Vano itu
tidak segalak yang dikatakan teman-teman. Dan aku merasa
nyaman ngobrol sama dia, sampai nggak terasa kalau sudah
waktunya salat subuh. Lalu Kak Vano pun membangunkan semua
peserta diklat untuk salat subuh berjamaah.
Setelah salat subuh kegiatan demi kegiatan dimulai. Dari senam
pagi, sampai upacara penutupan diklat. Setelah semua kegiatan
selesai semua peserta diklat diperbolehkan pulang. Aku pulang
mengendarai sepeda karena rumahku dekat dengan sekolah, tapi aku
tidak langsung pulang karena masih menuggu Fia yang belum
dijemput. Saat kita nunggu jemputan tiba-tiba Kak Vano datang
dan menawarkan untuk mengantar Fia, dan Fia pun mau. Akhirnya
mereka pulang bareng, dan nggak tahu kenapa hatiku rasanya nggak
enak melihat Kak Vano pulang bareng Fia.
Keesokan harinya seperti biasa aku datang ke sekolah pagi-pagi. Dan
tiba-tiba aku disambut dengan suara cetarnya Fia. Dan Fia lansung
menarikku ke tempat duduk lalu dia cerita tentang Kak Vano. Dia
bilang kalau Kak Vano tanya banyak hal tentangku. Dan Fia bilang
Kak Vano suka sama aku. Tapi aku nggak semudah itu untuk
percaya, dan aku nggak mau kegeer-an. Siang harinya, saat pulang
sekolah dan saat aku mengambil sepeda di tempat parkir aku melihat
Kak Vano ada di dekat sepedaku. Dan saat aku mengambil sepeda
Kak Vano langsung menghalangiku dan dia bilang ingin mengajakku
ke luar setelah pulang sekolah nanti.
Aku bingung jawab mau atau tidak, tapi akhirnya aku jawab mau.
Akhirnya pulang sekolah kita jalan, dan setelah sampai di tempat
yang kita tuju di situ Kak Vano bilang dia cinta sama aku. Tapi aku
nggak bisa langsung memberikan jawaban, aku bilang kalau aku akan
menjawab nanti kalau kita mau pulang. Dan hari semakin sore, kita
pun bersiap untuk pulang. Dan ternyata Kak Vano nggak lupa
dengan janjiku tadi, akhirnya aku harus menjawab dan jawabannya
aku juga cinta sama Kak Vano. Akhirnya hari itu menjadi hari
jadian kita.
Keesokan harinya, aku datang ke sekolah dan aku langsung menemui
Fia untuk menceritakan semua ini, Fia terlihat ikut bahagia
mendengar ceritaku. Setelah aku banyak bercerita bel masuk berbunyi,
jam pelajaran pun dimulai. Setelah beberapa mata pelajaran selesai
saatnya jam pulang tiba. Aku pun langsung berjalan menuju tempat
parkir. Di tengah perjalanan aku melihat Fia dan Kak Vano ngobrol
serius. Dan tanpa sepengetahuan mereka aku mendekat untuk
mendengarkan percakapan mereka. Dan aku mendengar sangat jelas,
Fia menyatakan cinta ke Kak Vano. Saat itu juga air mataku jatuh,
dan aku nggak bisa menahan langkah kakiku untuk menghampiri
mereka.
Aku pun langsung memutuskan hubunganku dengan Kak Vano dan
aku putuskan untuk nggak mau ketemu dengan mereka dulu selama
beberapa hari. Bukan maksudku menjauhi mereka atau tidak mau
berhubungan dengan mereka lagi, tapi aku hanya butuh waktu untuk
menenangkan diri saja. Satu minggu kemudian, aku temui mereka.
Dan aku jelaskan pada mereka kalau aku hanya menganggap Kak
Vano sebagai sahabat seperti aku aku menganggap Fia sebagai
sahabatku meskipun aku tahu Kak Vano masih belum bisa terima
semua ini. Tapi aku yakin ini yang terbaik, demi persahabatan aku
korbankan cinta.
SELESAI

Create by: __☆Rifin Al-Mansyah☆__

Mohon Maaf Jika Terjadi kesalahan Terhadap Penulisan Saya
Nb: Nama-Nama di atas dengan kesengajaan hanyalah Fiktiv Belaka.



Contact Bloggers 📞:

082330052776
   
 Rifin Al-Mansyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT WEB PHISING DENGAN MUDAH

SOWAN PADA KH. AHMAD FAUZAN KHOIRUDDIN NURUL JADID LEMBUNG TIMUR